Sabtu, 20 Oktober 2012

Mendiagnosis permasalahan PC dan periferal


2.1.  POST (Power On Self Test)
POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannya melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual dimonitor. Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.
POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau  kerusakan yang terjadi pada PC. POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama. Tetapi yang membuat berbeda adalah jenis BIOSnya.



2.1.1. Prosedur POST
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
1.      Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas
pendingin power supply berputar.
2.      Secara otomatis dilakukan reset terhadap  kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
3.      Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
4.      Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
5.      Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
6.      Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
7.      Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.

2.1.2. Pesan Atau Peringatan Kesalahan Hasil POST
Pesan atau peringatan kesalahan hasil POST dapat berupa tampilan visual lewat monitor dan bentuk suara beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:

NO
Gejala
Diagnosa
Pesan / Peringatan Kesalahan
1.
CPU dan Monitor mati,
tidak ada beep
Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V
2.
CPU hidup, Monitor Mati,
Tidak ada beep
Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor
3.
CPU hidup, Monitor Mati,
ada beep
Disesuaikan dengan beep
Tabel 2.1 gejala permasalahan yang sering muncul pada PC

Prosedur test POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya. Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan.

1.      Kode Beep AWARD BIOS
NO
Gejala
Diagnosa
Pesan / Peringatan Kesalahan
1.
1 beep pendek
PC dalam keadaan baik
2.
1 beep panjang
Problem di memori
3.
1 beep panjang
2 beep pendek
Kerusakan di modul DRAM parity
4.
1 beep panjang
3 beep pendek
Kerusakan di bagian VGA
5.
beep terus menerus
Kerusakan di modul memori atau memori video
Tabel 2.2 kode beep AWARD BIOS

2.      Kode Beep AMI BIOS
NO
Gejala
Diagnosa
Pesan / Peringatan Kesalahan
1.
1 beep pendek
DRAM gagal merefresh
2.
2 beep pendek
Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (system memori)
3.
3 beep pendek
BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.
4.
4 beep pendek
Timer pada sistem gagal bekerja
5.
5 beep pendek
Motherboard tidak dapat
menjalankan prosessor
6
6 beep pendek
Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7
7 beep pendek
Video Mode error
8
8 beep pendek
Tes memori VGA gagal
9
9 beep pendek
Checksum error ROM BIOS
bermasalah
10
10 beep pendek
CMOS shutdown read/write
mengalami error
11
11 beep pendek
Chache memori error
12
1 beep panjang
3 beep pendek
Conventional/Extended memori
rusak
13
1 beep panjang
8 beep pendek
Tes tampilan gambar gagal
Tabel 2.3 kode beep AMI BIOS

3.      Kode Beep IBM BIOS
NO
Gejala
Diagnosa
Pesan / Peringatan Kesalahan
1.
Tidak ada beep
Power supply rusak, card
monitor/RAM tidak terpasang
2.
1 beep pendek
Normal POST dan PC dalam keadaan baik
3.
beep terus menerus
Power supply rusak, card
monitor/RAM tidak terpasang
4.
Beep pendek berulang ulang
Power supply rusak, card
monitor/RAM tidak terpasang
5.
1 beep panjang
1 beep pendek
Masalah Motherboard
6
1 beep panjang
2 beep pendek
Masalah bagian VGA Card (mono)
7
1 beep panjang
3 beep pendek
Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
8
3 beep panjang
Keyboard error
9
1 beep, blank monitor
VGA card sirkuit
Table 2.4 kode beep IBM BIOS

Pada PC tertentu menggunakan kode suara yaitu “beep” yang pada prinsipnya sama dengan beep untuk memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara. Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baik dan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya yaitu:
=>  Keyboard error    : untuk masalah pada keyboard
=>  CMOS error        : cmos battery error atau ada masalah pada setting
                              peripheral
=>  HDD not Install : harddisk tidak terpasang
Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang ditampilkan mudah untuk di pahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.

0 komentar: