Sabtu, 20 Oktober 2012

Pengenalan Jaringan Komputer


2.1.  Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah himpunan antara 2 komputer atau lebih yang saling terhubung dengan media transmisi kabel dan tanpa kabel (wireless). Dua unit komputer atau lebih dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data atau informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file, printer, dan lain-lain.

2.2.  Topologi Jaringan
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara saat ini yang banyak digunakan adalah topologi Bus, topologi Ring, dan topologi Star. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.
2.2.1.      Jenis-jenis topologi jaringan
a.       Topologi Bus
Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan.
Gambar 2.1 topologi jaringan bus
Keuntungan :
Ø  Hemat kabel.
Ø  Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat  dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.

Kerugian :
Ø  Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil.
Ø  Kepadatan lalu lintas pada jalur utama.
Ø  Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
Ø  Diperlukan repeater untuk jarak jauh.

b.      Topologi Ring
Di dalam topologi Ring semua workstation dan server  dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai maka informasi akan diterima dan bila tidak, informasi akan dilewatkan.
Gambar 2.2 topologi jaringan ring
Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.
Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

c.       Topologi Star
Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau HUB. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.
Gambar 2.3 topologi jaringan star
Keuntungan :
Ø  Paling fleksibel.
Ø  Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain.
Ø  Kontrol terpusat.
Ø  Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.

Kerugian :
Ø  Boros kabel.
Ø  Perlu penanganan khusus.
Ø  Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis.

2.3.  Protokol Jaringan
Protokol merupakan himpunan aturan-aturan yang memungkinkan komputer satu dapat berhubungan dengan komputer lain. Aturan-aturan ini meliputi tata cara bagaimana agar komputer bisa saling berkomunikasi. Bila dicontohkan dengan komunikasi verbal manusia, Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah pihak. Jadi, Protokol jaringan adalah berbagai protokol yang terdapat dari lapisan teratas sampai terbawah yang ada dalam sederetan protokol.
Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya.
Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangun jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan.
Gambar 2.4 tingkatan OSI layer
2.3.1. Layer Phisycal
Fungsi : bertanggung jawab untuk mengaktifkan dan mengatur physical
interface jaringan komputer. Contoh : Hub dan Repeater.
2.3.2. Layer Datalink
Fungsi : mengatur topologi jaringan, eror notification dan flow control.
Contoh : switch dan bridge.
2.3.3. Layer Network
Fungsi : meneruskan paket-paket data ke node-node berikutnya yang di tuju dalam suatu jaringan. Contoh : Router.
2.3.4. Layer Transport
Fungsi : bertangung jawab atas keutuhan dari transisi data. Lapisan ini sangat penting karena bertugas memisahkan lapisan tingkat atas dengan lapisan tingkat bawah. Pada lapisan ini data diubah menjadi segmen atau data stream. Contoh : TCP, UDP, SPX
2.3.5. Layer Session
Fungsi : membuka, mengatur dan menutup suatu session antara aplikasiaplikasi. Contoh : OS dan Penjadwalan suatu aplikasi
2.3.6. Layer Presentation
Fungsi : bertangung jawab untuk merepresentasi grafik, enkripsi, type data dan visual image. Contoh : JPEG, GIF, ASCII, EBCDIC
2.3.7. Layer Aplication
Fungsi : memberikan sarana-sarana pelayanan pada jaringan komputer untuk aplikasi-aplikasi pemakai dan mengadakan komunikasi dari program ke program. Contoh : Telnet, HTTP, FTP, WWW Browser, SMTP Gateway / Mail Client (eudora, outlook, thebat,…)

2.4.  Subnet
Subnetting merupakan proses memecah satu kelas IP address menjadi beberapa subnet dengan jumlah host yang lebih sedikit, dan untuk menetukan batas network ID dalam suatu subnet, digunakan subnet mask. Konsep subnetting dari IP Address merupakan teknik yang umum di gunakan di internet untuk mengefisiensikan alokasi IP address dalam sebuah jaringan upaya bias memaksimalkan penggunaan IP Address. IP address yang sering digunakan saat ini adalah IP address versi 4. Jumlah IP address versi 4 sangat terbatas, apalagi jika harus memberikan alamat semua host yang ada dalam satu jaringan.
2.4.1.      IP Address Versi 4
IP address merupakan pengenal yang digunakan untuk memberi alamat alamat pada tiap-tiap komputer dalam jaringan. Format IP address adalah bilangan 32 bit yang tiap-tiap 8 bit-nya dipisahkan oleh tanda titik. Adapun format IP address dapat berupa bentuk biner (xxxxxxxx. xxxxxxxx. xxxxxxxx. xxxxxxxx. Dengan x merupakm bilangan biner 0 atau 1). Atau dengan bentuk tiga bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik. Bentuk ini di kenal dengan dotted decimal (xxx. xxx. xxx. xxx. Dimana xxx merupakan nilai oktet yang berasal dari 8 bit)
Dikenal dua cara pembagian IP address, yaitu classfull dan classless addressing. Classfull merupakan metode pembagian IP address berdasarkan kelas IP address.
A.    Pengalokasian IP address
IP address terdiri atas dua bagian, yaitu network ID dan host ID. Network ID menunjukan nomor network, sedangkan host ID mengindentifikasi host dalam satu network. Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin


B.     Kelas-kelas IP address
Kelas-kelas IP address digunakan Untuk mempermudah  pemakaian bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel dibawah :
Kelas
Network ID
Host ID
A
xxx.0.0.1
xxx.255.255.254
B
xxx. xxx.0.1
xxx. xxx. 255.254
C
xxx. xxx. xxx.1
xxx. xxx. xxx.254

Tabel 2.1 Kelas-kelas IP address versi 4
Kelas A : IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 111.45.5.1 ialah:
Network ID : 111
Host ID : 45.5.1
IP address di atas berarti host nomor 45.5.1 pada network nomor 111.

Kelas B : IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1  ialah :
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. Dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung 65.532 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx.

Kelas C : IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 254 host atau IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
C.     Metode classless addressing.
Metode ini merupakan metode pengalamatan IP versi 4 tingkat lanjut, muncul karena ada kekhawatiran persediaan IP versi 4 berkelas tidak akan mencukupi kebutuhan sehingga perlu diciptakan metode lain untuk memperbanyak persediaan IP address.
1.      Classless Inter-Domain Routing (CIDR)
Diperkenalkan oleh lembaga IETF pada tahun 1992, merupakan konsep baru untuk mengembangkan supernetting dengan Classless Inter-Domain Routing.
CIDR menghindari cara pemberian IP address tradisional menggunakan kelas A, B, dan C. CIDR menggunakan network prefix dengan panjang tertentu. Prefix-length menentukan jumlah bit sebelah kiri yang akan dipergunakan sebagai network ID.
Jika suatu IP address memmiliki 16 bit sebagai network ID, maka IP address tersebut akan diberi prefix-length 16 bit yang umumnya ditulis sebagai /16 dibelakang IP address. Contoh 192.151.51.0 /16. Oleh karena dalam pembagian IP address menggunakan metode ini tidak mengenal kelas, CIDR dapat mengalokasikan kelompok IP address dengan lebih efektif.
Subnet mask (biner)
Decimal
CIDR
11111111. 11111111.00000000. 00000000
255.255.0.0
/16
11111111. 11111111. 11111111. 00000000
255.255.255.0
/24
11111111. 11111111. 11111111.10000000
255.255.255.128
/25
11111111. 11111111. 11111111.11000000
255.255.255.224
/26

Tabel 2.2 contoh subnet mask

0 komentar: